Audiophile Indonesia

Author Topic: Anonymous  (Read 654 times)

Offline oracle

  • Contributor
  • ****
  • Posts: 609
  • Gender: Male
Anonymous
« on: Nov 27, 2010, 19:23:20 »
- 9 Februari 2009 -
Setiap pagi aku melihatmu dari jauh, berdebar-debar menanti saat kau menemukan bunga diatas mejamu. Seperti hari-hari lainnya.
"Dari : Anonymous"
Begitu tulisku, dan kau akan tersenyum kecil kemudian mencium wangi bunga mawar yang kupersembahkan. Setidaknya itu yang aku pikirkan.
Walau pagi ini entah keberapa kalinya kau menggerutu dan kemudian memasukkan bunga itu ke dalam tong sampah.
Tapi aku tak akan menyerah, suatu hari aku akan berhasil membuat senyum di bibirmu merekah.
Hampir semua jenis bunga telah pernah kuberikan padamu. Mungkin bunga tidak membuatmu terpesona. Aku butuh sesuatu yang lain. Aku butuh ide. Ah siapa saja tolong aku. Waktuku tidak banyak, hari ini sudah tanggal 9 Februari. Aku hanya punya lima hari sebelum hari H tiba.
Ya hari Valentine.
- 10 Februari 2009 -
Pagi ini aku melihatmu dari jauh, berdebar-debar menanti saat kau menemukan cincin diatas mejamu.
"Dari : Anonymous"
Begitu tulisku, dan kau akan tersenyum kecil kemudian mengagumi indah cincin berlian yang kupersembahkan. Setidaknya itu yang aku pikirkan.
Walau pagi ini entah keberapa kalinya kau menggerutu dan kemudian memasukkan cincin itu ke dalam tong sampah.
"Huh cincin plastik!@#" samar-samar ku dengar dari jauh kau mengumpat.
Tapi aku tak akan menyerah, suatu hari aku akan berhasil membuat senyum di bibirmu merekah.
Cincin juga tidak mempan untukmu. Aku butuh sesuatu yang lain. Aku butuh ide. Ah siapa saja tolong aku. Waktuku tidak banyak, hari ini sudah tanggal 10 Februari. Aku hanya punya empat hari sebelum hari H tiba.
Ya hari Valentine.
- 11 Februari 2009 -
Pagi ini aku menanti mu seperti biasa, melihat mu dari jauh. Dan berharap kau akan kecewa melihat mejamu.
Namun kau tidak demikian, bisa dibilang kau malah tampak riang hari ini.
Aku sedih sekaligus senang. Sedih karena kau tidak merasa kecewa bahwa pagi ini tidak ada hadiah dari ku. Senang karena aku bisa melihat mu tertawa dengan teman-temanmu walau dari jauh. Ya hanya dari jauh.
Aku tidak tahu lagi apakah aku harus memberi mu sesuatu atau tidak. Kau tampak tidak peduli. Ya kau tak pernah menginginkannya.
Hari ini tanggal 11 Februari, waktuku tinggal tiga hari lagi.
Ya hari Valentine.
- 12 Februari 2009 -
Pagi ini aku melihatmu dari jauh. Membawa euphoria tersendiri ketika melihat senyummu. Namun hari ini bukan hari yang terlalu bersemangat.
Aku tak tahu apa yang harus ku lakukan untuk mu pada valentine lusa, dua hari lagi.
Valentine valentine, identik dengan coklat. Namun aku sama sekali buta dengan yang namanya tata boga, dsb dsb apalagi coklat.
Hari ini aku habiskan di warnet mencoba mencari informasi mengenai coklat.
Hari ini tanggal 12 Februari. Dua hari lagi, semoga masih sempat.
Ya hari valentine.
- 13 Februari 2009 -
Pagi ini seperti biasanya mengagumi mu dari jauh. Hari ini akan menjadi hari yang sangat berat bagi ku. Sesuatu yang tak pernah ku bayangkan sebelumnya.
"Kau tahu si, XXX dari kelas xx besok akan nembak si YYY"
"Wow romantisnya pas hari valentine. Trus kira-kira gimana ya reaksi YYY nantinya?"
Gosip yang beredar membuat ku menelan ludah.
"Bah gosip murahan. Dia tak akan mau dengan cowo itu" harapku cemas.
Aku sudah mempersiapkan semuanya. Cetakan, Coklat, Essens dan sebagainya.
Aku tak tahu sejak kapan air mata mulai mengalir. Membasahi pipiku ketika aku sedang memotong coklat coklat yang telah kusiapkan.
Aku teringat waktu itu pertama kali aku berjumpa dengan mu.
Aku jatuh dari sepeda, tidak seorang pun yang membantu ku sekali pun di taman sedang ramai-ramainya. Ketika yang lain hanya melihatku dan mengatakan kasihan tetapi tidak membantu sama sekali, kau datang. Membersihkan luka di kaki ku dengan tisu seadanya.
"Kau tak apa-apa?" Aku ingat jelas kata-katanya walau pun tahun sudah berlalu.
Sejak saat itu aku suka pada mu. Namun aku tahu kau dan aku tak mungkin bisa bersama.
Hari ini 13 Februari, besok semuanya akan berakhir.
Ya pada hari valentine.
- 14 Februari 2009 -
* Ending A *
Dear diary.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, valentine benar-benar pesta coklat. Untung saja coklat-coklat telah ku siapkan dari kmarin. AAA, BBB, CCC, dan teman-teman lain sudah ku beri. Sayang sekali "dia" tak masuk sekolah hari ini.
Dear diary.
Selain coklat-coklat hari ini aku benar-benar dikejutkan, XXX tiba-tiba saja nembak. Lumayan cakep, pinter sayangnya dia tak pernah lebih dari "stranger" bagi ku.
Oh yha, Anonymous hari ini memberiku coklat, walau sebenarnya ingin ku buang. Akhirnya ku bawa pulang juga. Coklat yang aneh, berbentuk hati dan terasa sedikit asin. Entah kenapa aku jadi teringat dengan "dia" ketika makan coklat itu.
* Ending B *
Pagi ini aku meletakkan coklat yang ku siapkan di mejanya. Sebenarnya aku ingin buang saja coklat itu, rasanya sedikit asin mungkin karena tercampur air mataku kemarin. Tapi akhirnya ku bungkus rapi dan ku letakkan juga di atas mejanya.
"Dari : Anonymous"
Tak seperti biasanya, kali ini aku menyisipkan sepucuk surat di dalam bungkusan coklat itu.
" Selama ini aku mengharap senyum mu,
dengan bunga,
dengan berbagai cara.
Pada akhirnya aku tak pernah mendapatkannya.
Aku akan menghilang,
Selamat tinggal 'my heart'. "
Aku segera menghilang pagi itu, dan takkan kembali untuk jangka waktu yang tak tentu. Siang itu aku meninggalkan Kota JJJ. Namun aku tetap mendoakan senyum akan menghias wajahnya.
- 15 Februari 2009 -
* End C *
Dear diary,
Pagi ini aku yakin bahwa 'dia' ternyata adalah si Anonymous. Soalnya kemarin Anonymous mengatakan dia akan menghilang, seperti akan pergi jauh. Dan pagi ini 'dia' dikabarkan pindah sekolah. Kebetulan yang tak biasa bukan?
Andai saja aku tahu hal ini dari dulu, setiap bunga yang 'dia' berikan pasti akan ku rawat, setiap barang yang 'dia' berikan pasti kan ku jaga.
Betapa bodohnya aku!
Walau aku tahu, aku dan 'dia' tak mungkin bersama.
Tepat ketika aku menutup diary, HP-ku berbunyi.
Sms dari 'dia'.
" I love u
dari : Anonymous "
Membaca smsnya membuat mataku basah. 'Dia' sudah tak disini lagi.
- The End -